Tim bola voli putra Indonesia berada di posisi keenam di voli putra Asia 2018. Dalam pertandingan terakhir, Indonesia kalah 2-3 dari Jepang di posisi 5-6, yang berlangsung di Bulungan Sports Hall, Jakarta, pada Sabtu malam (1 / 9). Penampilan Rivan Nurmulki dan rekan-rekannya dinilai dengan meningkatkan gambar game. Alasan Indonesia bermain lebih baik dari permainan yang ditunjukkan, kalah tiga set berturut-turut ke Korea Selatan di perempat final. Sebelum pertandingan melawan Jepang, Indonesia mencatat kekalahan 1-3 melawan Arab Saudi dan menang 3-0 melawan Kirgistan di sesi kualifikasi di Pool A. Indonesia mengalahkan Thailand di fase 12 kualifikasi teratas dengan 3-2 dan harus mengalahkan keunggulan Korea Selatan. Meski tidak memberikan medali, kerja keras Indonesia harus diapresiasi. Karena itu tidak mudah untuk berpartisipasi dalam turnamen besar seperti Asian Games, yang saat ini sedang dihadiri oleh tim-tim terbaik di Asia.

Indonesia berada di posisi keenam di antara 20 peserta dalam industri bola voli putra dengan posisi terkait dengan negara-negara tetangga seperti Thailand atau Vietnam. Indonesia tentunya lebih tinggi dari Kazakhstan, yang dikenal sebagai tim keras. Pelatih bola voli putra nasional, Samsul Jais, mengatakan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Asian Games telah memberikan pengalaman kompetitif yang baik karena tim Garuda dapat mengukur tingkat persaingan dengan negara lain. Namun, Samsul mengakui bahwa sejumlah perbaikan diperlukan agar Indonesia dapat melakukan yang lebih baik di tingkat Asia. Salah satu pasukan Samsul yang masih mengalami adalah kegugupan yang masih terkait dengan pertempuran penting. Sama seperti melawan Korea Selatan, kegugupan pemain menghasilkan blok yang benar-benar menawarkan lawan peluang untuk mendapatkan poin.

Indonesia juga masih memiliki kecenderungan untuk bergegas dan akan segera mengakhiri pertandingan karena serangan dari Rivan Nurmulki, Sigit Ardian dan Rendy Tamamilang. Untuk mengantisipasi hal ini, kata Samsul, pemain harus masih memiliki pengalaman berkompetisi di acara-acara internasional untuk meningkatkan jam terbang dan kualitas yang diperlukan untuk tampil di tingkat Asia. “Kami sering harus berpartisipasi dalam kejuaraan internasional untuk teknologi apa pun, jam terbang kami sangat minim,” kata Samsul ketika ia bertemu setelah pertandingan Indonesia melawan Korea Selatan. Kapten tim Aji Maulana mengakui bahwa pemain Indonesia malah sering gugup pada saat berhadapan dengan lawan yang lebih kuat dan bermain dengan tingkat kolektivitas yang tinggi. Akibatnya, jadwal permainan tim yang direncanakan tidak dapat berjalan dengan semestinya dan blok yang dibuat dapat dengan mudah ditembus oleh serangan lawan.

“Pertahanan kami sangat kurang dan blok tidak dikemas dengan ketat. Apalagi kami mengalami depresi sehingga mereka tidak terlalu longgar,” katanya. Persiapan dengan berpartisipasi dalam turnamen internasional sebenarnya telah dilakukan oleh Indonesia sebelum Asian Games, yaitu dengan menghadiri LienVietPostBank Cup di Ha Nam, Vietnam pada akhir Mei 2018. Dalam turnamen itu, tim Merah Putih mengalahkan Thailand dua kali di Thailand. babak penyisihan dan babak final dan hari ini memenangkan puncak salah satu tim terkuat di Asia, Kazakhstan. Tim voli putra Indonesia gagal mengalahkan semifinal Asian Games pada tahun 2018 setelah dikalahkan oleh Korea Selatan dengan 0-3. Pelatih bola voli putra yang memiliki nama Samsul Jais mengakui jika Indonesia masih membutuhkan pengalaman untuk berpartisipasi dalam acara internasional.

Di perempat final, Indonesia tidak berkutik saat melawan berbagai serangan dari tim Korea Selatan dan harus kehilangan tiga set berturut-turut dalam 83 menit. Dengan kekalahan ini, Indonesia hanya berjuang di tempat kelima melawan yang kalah dalam pertandingan perempat final Jepang melawan Qatar. Setelah pertandingan, pelatih Samsul Jais mengungkapkan bahwa pemain Indonesia masih membutuhkan akan pengalaman untuk berpartisipasi dalam acara internasional untuk meningkatkan waktu penerbangan. “Kami sering harus berpartisipasi dalam kejuaraan internasional untuk teknologi apa pun, jam terbang kami sangat minim,” kata Samsul, Selasa (29/08/2019) di Tennis Indoor, GBK, Senayan, Jakarta.

Menurutnya, keikutsertaan dalam Asian Games telah memberikan pengalaman kompetitif yang baik dan Indonesia juga dapat mengukur level pada persaingan dengan negara lain. “Sangat bagus bahwa kami telah berpartisipasi dalam pertandingan Asia sehingga kami tahu di mana kami berada, karena pengembangan bola voli lebih maju di negara lain,” katanya. Saat ini dengan komposisi tim yang ada, ia yakin timnya dapat mencapai puncak pencapaian Sea Games 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *